Langsung ke konten utama

Part 15 - Melelahkan



Part 15

Melelahkan


           
            “Dia dan hatiku...” tanpa sadar kate itu terucap dari bibirku ketika Ill Woo mempertanyakan apa yang takku mengerti. Aku sungguh tak mengerti kenapa Joong Ki memperlakukanku seperti itu kadang dia baik padaku, kadang dia jahat padaku, dan kadang dia tak perduli padaku. Sebenarnya aku apa di matanya? Apa kami hanya teman? Apa kami lebih dari teman atau apakah kami bukan apa-apa? Aku sungguh tak tahu, apa yang hatiku inginkan. Kenapa hatiku harus peduli tentang Joong Ki, tentang bagaimana dia memperlakukanku, tentang semua sikapnya, aku sungguh tak mengerti.
            “Dia? Siapa? Dan apa hubungannya dengan hatimu?” tanya Ill Woo dengan nada sedikit ragu padaku. Aku mencoba tersenyum dan menatap Ill Woo.
            “Bukan apa-apa... Aku hanya bercanda...” Jawabku, lalu tertawa kecil sejenak. Ill Woo pun tersenyum padaku, namun senyumnya entah mengapa aku merasa itu tak tulus.
            “Oh benarkah? Segeralah masuk ke dalam kelas dan beristirahat sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai...” Ill Woo tersenyum seraya mengatakannya namun entah mengapa aku merasa ada yang salah dengan senyumnya itu, aku hanya dapat tersenyum balik padanya.
            “Okay, kau juga segeralah masuk ke dalam kelas...” pintaku pada Ill Woo, kamipun berjalan berlawanan arah dan masuk ke dalam kelas masing-masing.
           
            Aku melangkah masuk ke dalam kelas dengan ragu, sekilas aku melirik pada Joong Ki, namun segera mengalihkan pandanganku dan segera duduk di kursi kesayanganku. Aku tak tahu harus apa hanya ada aku, Joong Ki dan Qri di dalam kelas suasana begitu canggung. Aku benar-benar tak tahu harus apa, rasanya ruangan ini di penuhi aura yang begitu menyeramkan. Akupun memilih untuk meletakkan kepalaku di atas meja dan sejenak memejamkan mata. Aku mendengar langkah kaki mendekat dari belakang dan berjalan semakin dekat dengan bangkuku, terdengar langkah itu berhenti sejenak di depan bangkuku. Tiba-tiba terdengar suara tak asing “Sepertinya menjadi kebiasaamu tidur di kelas...”. Aku segera membuka mataku dan menegakkan kepalaku, namun sang pemilik suara sudah beranjak meninggalkan ruang kelas, aku hanya dapat melihat bayangannya.
Selang beberapa menit kemudian, teman-temanku mulai datang dan memenuhi ruang kelas, aku melihat kesekeliling namun aku tak dapat menemukan keberadaannya. Batinku terus menerus bertanya kemana perginya cwo menyebalkan itu. Akhirnya Pak Guru tiba di kelas, aku kembali melihat ke sekeliling namun masih tak menemukan Joong Ki.
“Apa yang kau cari, penghianat?” aku terkejut karena tiba-tiba Joong Ki berada di depan mejaku seraya membagikan buku pelajaran.
“Aku... Aku... Aku mencari Uee, aku tak melihatnya dari tadi...” jawabku ragu.
“Eonni, bukannya Uee sudah memberi tahu jika dia tidak bisa masuk hari ini?” tanya Jiyeon padaku tiba-tiba.
“Ha? Benarkah? Aku tak tahu itu...” jawabku seraya menoleh dan sedikit mengedipkan mata pada Jiyeon.
“Ada apa eonni? Apa matamu kelilipan? Kenapa mengedipkan mata padaku?” tanya Jiyeon polos padaku.
“Aniya, gwaenchana Jiyeon~ah...” Jawabku pada Jiyeon, Joong Ki hanya memandang kesal padaku dan meninggalkan mejaku, iapun segera menuju meja di belakangku untuk segera membagikan buku.
“Aneh sekali, padahal eonni sendiri yang mengatakan padaku jika Uee tak masuk hari ini...” gumam Jiyeon seraya membuka buku yang dibagikan Joong Ki. Joong Ki, tiba-tiba batuk kecil di belakang mejaku.
“Oh benarkah? Sepertinya aku lupa Jiyeon~ah...” kataku pada Jiyeon, untuk menghilangkan kecurigaan Joong Ki.
“Ah geurae, eonni memang pelupa...” kata Jiyeon seraya membuka halaman-halaman buku satu persatu.

Hari yang melelahkan, akhirnya jam pelajaran selesai dan bel kepulanganpun sudah berbunyi. Aku segera merapikan barang-barangku dan bergegas pergi meninggalkan kelas. Namun  tiba-tiba suara yang tak asing memanggilku dengan panggilan yang benar-benar menyebalkan. “Nat... Penghianat...” aku tak menoleh pada asal suara, karena aku tak suka dipanggil seperti itu. Orang tuaku susah paya membuat nama untukku dia seenaknya memanggilku begitu, menyebalkan sekali.
“Yah Nam Gyu Ri penghinat...” si pemilik suara itu tak juga lelah memanggilku dengan julukkan itu, menyebalkan sekali. Aku berdiri dari kursiku dan segera beranjak untuk meninggalkan kelas.
“Yah, Gyu Ri ah...” terdengar suara lembut SinB memanggilku, aku segera menoleh kebelakang namun pemandangan mengesalkan membuatku tak dapat berkata apa-apa.
“Apa kami serasi?” tanya SinB seraya merangkul Joong Ki.
“Ya, kalian sangat serasi... Semoga langgeng ya...” kataku seraya tersenyum dan berbalik berjalan perlahan menuju pintu keluar.
“Ya lepaskan aku, sudahku katakan dia tak akan cemburu...” terdengar suara samar dari Joong Ki.
“Emb, menurutku dia cemburu namun mencoba menutupinya...” itu kata-kata terakhir yang mampu ku dengar dari SinB karena sekarang aku sudah berada di luar kelas. Aku segera pergi keparkiran.
Aku menaiki sepeda miniku, pikiranku kacau, namun aku terus mengendarai sepedaku. Karena angin yang kencang debu-debupun memasuki mataku, dan perlahan-lahan mataku mulai berkaca-kaca. Aku menghentikan sepedaku di pinggir jalan yang sepi dan tanpa kusadari air mata sudah memenuhi mataku. Aku tidak menangis, mataku hanya kemasukan debu, aku baik-baik saja, kenapa aku harus menangis untuk laki-laki seperti dia. Ini pasti karena angin begitu kencang makanya air mataku tak dapat berhenti mengalir. Aku melihat sekelilingku, untung saja aku berada di jalan yang sepi saat ini jadi tak ada yang melihatku menangiskan. Aku segera menghapus air mataku, dan melanjutkan perjalanan pulang.
Sesampainya di rumah, aku segera masuk ke kamar, aku menghempaskan tubuhku di tempat tidur. Batinku bertanya-tanya, kenapa menjadi seperti ini? Kenapa aku terus menangis karena orang itu? Kenapa rasanya begitu menyakitkan? Ini tidak mudah dan melelahkan. Aku segera menghapus air mataku dan memutuskan bahwa aku harus berhenti. Aku harus berhenti mencintai Joong Ki, karena ini hanya akan menyakitiku begitu dalam. Jika tak berhenti sekarang, aku mungkin tak akan pernah dapat berhenti dan terluka selamanya.
Aku pun segera menulis pesan status di facebook :
“Jangan lupa besok kita akan syuting, persiapkan diri kalian masing-masing... Lakukan yang terbaik untuk besok... Nayeon dan Suzy jangan lupa bawa pedangnya besok, diharapkan jam 6 pagi kalian sudah sampai di rumahku... Untuk lokasi besok akan kuberitahu... Aku tak punya cukup pulsa untuk mengirim pesan pada kalian jadi tolong beritahu Joong Ki karena dia tak berteman denganku di facebook dia tak mungkin melihat ini...
-bersama Park Jiyeon, Kim Uee, Bae Suzy, Im Nayeon, Jang Geun Suk
Setelah itu aku kembali membuat pesan status di facebook :
“Ini tidak mudah dan melelahkan, jadi aku harus segera mengakhirinya ^^~ Akhiri sekarang atau tidak sama sekali... Sungguh melelahkan... Jika tak berhenti sekarang maka aku mungkin akan sangat sakit... Aku benci rasa sakit itu...”
~BERSAMBUNG

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Mr. Daebak

"Dear Mr Daebak"           Bercerita tentang kisah cinta yang luar biasa (Daebak), dengan penulis naskah terbaik. Kisah cinta dimana tawa dan tangis berjalan beriringan. Suka dan duka yang mewarnai cinta itu. Entah kapan cinta itu dimulai dan berakhir hanya Tuhan dan masing-masing dari mereka yang tahu.            Kisah cinta yang tak semudah yang terlihat dan tak sesulit yang dibayangkan. Karena pada akhirnya bergantung pada siapa yang ingin mempertahankan cinta tersebut.             Awalnya ini adalah sebuah drama yang berjudul "King And Queen Daebak", lalu berubah menjadi "All Of Daebak". Dan akhirnya dalam bentuk fanfic menjadi "Dear Mr. Daebak". Saya akan menampilkan beberapa aktor dan aktris yang akan saya gunakan namanya sebagai tokoh dalam cerita ini. Saya hanya meminjam nama dari aktor dan aktris ini tidak dengan ceritanya. Sila...

Part 18 - Aku Tidak Baik-baik Saja

Part 18 Aku Tidak Baik-baik Saja         Aku membersihkan kelas dengan sembarangan, bahkan sapu yang ku pegang hanya melewati dan menyentuh lembut lantai sesekali. Setelah panggilan untuk upacara dimulai, aku segera meletakkan sapu hendak meninggalkan ruang kelas. Namun, aku sedikit terkejut melihat Suzy dengan wajah yang pucat memasuki kelas. Aku membantunya berjalan ke kursinya. Ia duduk di sana dengan wajah yang pucat dan terlihat lelah.         “Suzy ~ah... Gwaenchana?” tanyaku khawatir pada Suzy.         “Aku gak apa-apa, cuma capek...” jawab Suzy dengan ekspresi wajah lesuh.         “Istirahatlah, aku akan menemanimu di sini...”         “Pergilah, kau harus mengikuti upacara, aku baik-baik saja kok...” kata Suzy cepat seraya men...

Part 1 - Hujan Apakah Ini? Aku Penasaran !!!

" Ini adalah subuah kisah orang terdekat penulis yang ditulis ulang  dari sudut pandang penulis, dengan sedikit tambahan tanpa mengubah inti cerita. Berkisah tentang sebuah cinta yang berawal dari kata 'Daebak' yang memiliki arti 'Luar Biasa'. Sebuah cinta yang entah kapan dimulai dan kapan berakhirnya, tak ada yang tahu pastinya. Hanya Tuhan yang tahu awal dan akhir kisah ini, Tuhan yang menciptakan cinta dihati masing-masing insan. Kisah cinta yang membuat tawa dan tangis berjalan beriringan. Cinta, entah apa itu, ada suka didalamnya, ada kebahagian. Namun, juga ada duka yang menggores hati, kesedihan yang mendalam. Ini bukan kisah cinta biasa, karena ini adalah kisah yang ditetapkan oleh Tuhan." ========================== Part 1 Hujan Apakah Ini? Aku Penasaran !!!                            Hari pertamaku dikelas X...