Part
14
Aku
Sungguh Tak Mengerti
“Dasar Penghianat!!!”
Aku tak tahu apa yang
menyebabkan Joong Ki semarah itu padaku. Ia hanya saja menatap kesal padaku dan
segera kembali ke kursinya. Tapi kenapa? Apa yang Salah? Kenapa dia seperti
itu? Aku sungguh tak mengerti. Aku membalikkan tubuh melihat ke Joong Ki yang
menatap kesal padaku. Yerin mendatangnya dan berbicara padanya.
“Ada apa Joong ki~ah...?”
tanya Yerin padanya.
“Emm, tidak ada
apa-apa...” jawabnya seraya tersenyum paksa pada Joong Ki.
“Daebak...” kataku
seraya menatap kesal padanya.
Aku segera membalikkan
badanku menghadap ke papan tulis. Darahku serasa mendidih oleh kata-kata Joong
Ki tadi. Bagaimana dia bisa tersenyum di depan Yerin namun menatapku kesal dan
mengataiku penghianat. Apa yang ia pikirkan apa dia selalu baik pada wanita
secantik Yerin, atau itu karena Yerin mengajaknya bernyanyi tapi malah
bernyanyi denganku. Tentu saja, Joong Ki pasti sangat kesal karena kehilangan
kesempatan bernyanyi dengan gadis secantik Yerin. Lamunanku semakin menjadi aku
bahkan tak sadar jika pak guru sedari tadi sudah keluar dari kelas dan beberapa
teman juga sudah meninggalkan kelas untuk pulang ke rumah masing-masing.
“Eonni, apa kau tak mau
pulang?” tanya Jiyeon padaku, yang hanya terdengar samar di telingaku.
Jiyeonpun sedikit meninggikan suaranya karena aku tak menghiraukannya
sebelumnya “Yah Nam Gyu Ri eonni!!!”.
“Ha? Ada apa Jiyeon~ah?”
tanyaku terkejut mendengar Jiyeon yang punya suarah rendah tiba-tiba
menggunakan nada tinggi padaku, suaranya bahkan lebih tinggi daripada Eunjung
eonni.
“Apa eonni ingin
menginap di sini?” tanya Jiyeon padaku. Aku segera mengarahkan pandanganku pada
sekeliling kelas yang sudah kosong dan berisikan hanya kami berdua.
“Ah, baiklah, ayo kita
pulang...” ajakku pada Jiyeon, aku segera mengemasi barangku dan berdiri. Namun
Jiyeon tiba-tiba menarik tanganku dan memaksaku duduk kembali.
“Eonni, gwaenchannayo?”
tanya Jiyeon seraya menatap sedih padaku.
“Nan gwaenchanna,
Jiyeon~ah...” jawabku seraya memaksa senyum dihadapan Jiyeon.
“Bohong, aku tahu eonni
tidak baik-baik saja...” kata Jiyeon dengan wajah sedih.
“Aku sungguh baik-baik
saja...”
“Kau pikir aku baru
mengenalmu? Aku tahu eonni sangat banyak...”
“Jiyeon~ah...”
“Menangislah jika ingin
menangis, tidak bisakah eonni percaya padaku...?” tanya Jiyeon dengan mata
berkaca-kaca dihadapan ku.
“Ah uri deongsaeng,
eonniga mianhae...” kataku seraya memeluk Jiyeon.
“Eonni pasti cemas
karena Uee marah pada eonni kan? Joong Ki juga, kata-katanya pasti melukai
eonni benarkan?” tanya Jiyeon lagi.
“Bagaimana Jiyeon kecilku
bisa tahu...?” tanyaku seraya melepas pelukkan Jiyeon dan menghapus air matanya
yang sedari tadi membasahi pipi mulusnya.
“Aku sudah berada
disisimu selama hampir 3 tahun, bagaimana aku bisa tak tahu... Eonni selalu
tersenyum meskipun tersakiti...”
“Jiyeon~ah, eonnimu ini
akan segera minta maaf pada Uee...”
“Tapi itu tidak
sepenuhnya salah eonni...”
“Tapi aku tak bisa jika
harus terus marahan dengan Uee...”
“Ehm aku mengerti,
begitulah eonni. Lalu Joong Ki apa eonni juga akan minta maaf?” tanya Jiyeon
padaku.
“Entahlah, aku bahkan
tak tahu apa salahku padanya...”
“Sepertinya dia marah
karena eonni tidak mengajaknya bernyanyi bersama...”
“Tapi, Yerin sudah
mengajaknya bernyanyi bersama, apa perlu aku juga mengajaknya disaat wanita
populer seperti Yerin sudah mengajaknya?” tanyaku pada Jiyeon.
“Kudengar dia menolak
tawaran untuk bernyanyi bersama Yerin... Dan minggu lalupun dia menolak tawaran
untuk bernyanyi dengan Geun Suk...”
“Aku benar-benar tak
mengerti apa maunya...” kataku dipenuhi amarah.
“Menurutku ia ingin
bernyanyi bersama eonni...” kata Jiyeon dengan nada pelan yang membuat
jantungku berdegup kencang.
“Kau bercanda, dia
sangat membenciku tahu...” kataku seraya tertawa kecil.
“Itu hanya pendapatku,
habisnya dia marah karena eonni bernyanyi bersama Yerin...”
“Ah sudahlah, ayo
pulang, Jiyeon~ah dan terima kasih ya untuk hari ini... Rasanya bebanku
berkurang karenamu...”
Aku dan Jiyeonpun
segera pulang ke rumah masing-masing. Lagi, aku menghempaskan tubuhku ke tempat
tidur menatap langit-langit kamar dengan hati yang hancur. Aku kembali
mengingat perkataan Joong Ki dan kembali terlintas di benakku perkataan Jiyeon.
Apa yang sebenarnya Joong Ki inginkan? Apa dia sungguh membenciku? Atau apakah
ini perasaan yang lain?. Akupun segera membuat pesan status di twitter tempat
teraman untuk menceritakan dia.
“Kenapa kau seperti
itu? Jika ingin dimengerti tolong mengerti orang lain dulu...”-tulisku di akun
twitter milikku.
Tak kuduga ternyata Uee
memberi love pada postinganku dan memberi sebuah komentar “Makanya peka dikit
dong Gyu Ri~ah, hahaha ^^~”.
Akupun segera membalas
komentar Uee dengan menulis “@uee_kim mianhae, aku tak mengerti maksudmu :’)”.
Ueepun segera membalas
komentarku dengan menulis “Dia ingin bernyanyi bersamamu wkwkwk...”.
Akupun langsung
membalas komentar Uee, “Heol, maldo andwae... @uee_kim”.
Setelah
selesai berbalas komentar dengan Uee akupun langsung meletakkan handphoneku
segera pergi mandi dan makan siang sekalian makan malam hahaha, aku takut berat
badanku bertambah, itu hal yang ditakuti hampir semua wanita. Aku punya aturan
untuk makan, sarapan dengan hanya buah atau sayur, makan siang dengan posri
besar, dan makan malam tidak lewat dari jam 5 sore, jika sudah lewat dari jam
itu aku tak akan makan lagi.
Setelah
makan aku kembali ke kamar, sejenak aku melirik handphone namun aku
mengurungkan niat untuk menyentuhnya. Karena itu adalah benda yang punya daya
tarik lebih kuat dari gravitasi bumi yang dapat membuatmu tak ingin
melepaskannya dan menghabiskan banyak waktu dengannya. Aku segera mengambil
buku matematika dan mengerjakan tugas dari guru favoritku, ia memberi tugas
untuk mengerjakan soal ujian tahun lalu dan mengganti angkanya dan yang
berhasil mengerjakan akan mendapat point tambahan. Bisa di bilang sekali
menyelam dua pulau terlampaui, sampai sekarang aku masihlah salah satu dari
tiga murid dengan point matematika tertinggi. Karena keasikan mengerjakan
soalpun aku lupa waktu tak terasa matahari yang tadinya menghangatkan sudah
berganti menjadi bulan yang dingin. Aku segera berbaring di tempat tidur, aku
tak langsung tertidur, aku sedang memikirkan apa yang akan kulakukan keesokan
harinya.
“Gyu
Ri~ah, Nam Gyu Ri...” suara ibuku yang nyaring serta ketokan berirama yang
rasanya akan menghancurkan pintu kamarku jika tak di sahut.
“Nae
eomma, wae?” tanyaku, pada ibuku.
“Cepat
bangun, kau masuk pagi hari ini kan?” bukannya menjawab pertanyaanku, ibuku
malah bertanya balik.
“Memang
sekarang jam berapa?” tanyaku seraya menarik selimut dengan mata masih
tertutup.
“Jam 7!!!” jawab ibuku
setengah berteriak.
“What!”
sontak mataku terbuka lebar dan segera beranjak dari tempat tidur, membuka
pintu kamar dan berlari ke kamar mandi.
“Gyu
Ri~ah hati-hati mama baru selesai ngepel lantainya licin...”
“Ah~...”
“Ada
apa Gyu Ri~ah...?” tanya ibuku.
“Apa
kau masih mengantuk, sampai-sampai nyambung tidur di lantai...?” tanya ibuku
lagi.
“Eomma...
Aku jatuh bukan tidur...” kataku mencoba duduk dan mengelus kepalaku perlahan.
“Kan
sudah mama bilang hati-hati lantainya licin...”
“Ah
apa kepalaku bocor, jangan-jangan aku hilang ingatan, ah siapa aku? Aku ada
dimana? Ah baguslah jika aku hilang ingatan, jadi aku tak perlu mengingat si
Joong Ki menyebalkan itu...” kataku berbicara sendiri, tiba-tiba tangan ibuku
memukul kepalaku, tidak keras sih tapi itu malah membuat kepalaku lebih sakit.
“Apa
kau benar-benar menyukainya?” tanya ibuku.
“Siapa?”
tanyaku balik.
“Siapa
lagi? Ya Si Joong Ki itu... Cwo tinggi yang gak banyak omong itukan? Yang
pulang lebih awal karena ada tugas dari rumahnya, cwo manis yang bertanggung
jawab, dia orangnya kan?” tanya ibuku.
“Ah
benarkah? Aku tak ingat? Jawabku segera pergi ke kamar mandi.
“Yah,
mama pikir dia menatapmu berbeda...”
“Sudahlah
ma, tak ada yang special di antara kami, oh ya minggu depan kami akan syuting
ulang, tolong bilang ke ayah untuk merekam kami lagi minggu depan...” kataku
segera menutup pintu kamar mandi.
Setelah
selesai mandi aku kembali ke kamarku, bersiap dengan seragam sekolahku untuk
berangkat pagi ini. Akupun segera menoleh pada jam dinding yang tergantung di
samping fotoku bersama Eunjung eonni dan Hyomin. Sontak aku terkejut dan
berteriak keras.
“Andwae!!!”
ibukupun segera mendatangi kamarku.
“Ada
apa lagi Gyu Ri~ah...?” tanyanya padaku, aku menatap kesal pada ibuku.
“Mama
bilang sudah jam 7 ini baru jam lima lewat...” kataku kesal.
“Oh,
itukan biar kamu segera bangun...” mamakupun segera pergi dari kamarku.
Aku
segera pergi kemeja makan untuk sarapan. Aku benar-benar dalam mood yang buruk
hari ini. Aku hanya memandangi nasi goreng yang di buat ibuku. Lalu mengambil
satu buah apel dan kembali ke kamar. Aku memakan apel itu di kamar seraya
memainkan handphone, aku melihat akun twitterku dan ternyata Uee sudah membalas
komentarku dengan menulis “Gyu Ri~ah kau memang buruk dalam cinta hehehe...”.
Aku hanya menatap komen itu, setelah detik demi detik berlalu akupun segera
berangkat ke sekolah.
Dengan mood yang buruk
aku melangkahkan kakiku menuju pintu kelas, namun aku tak langsung masuk karena
aku melihat Joong Ki dan Qri sedang bicara, aku bersembunyi di depan pintu dan
berusaha menguping pembicaraan mereka.
“Ada apa denganmu
kemarin?” tanya Qri pada Joong Ki.
“Tak ada apa-apa...”
jawabnya.
“Benarkah? Ku pikir kau
sudah menyadari betapa buruknya Gyu Ri...” tanya Qri dengan nada menggoda.
“Aku tak tahu apa
masalah kalian yang kutahu aku tak ada hubungannya dengan ini jadi berhenti
menggangguku...” kata Joong Ki dengan nada datar pada Qri, Mr. Datar dan Ms.
Datar, benar-benar pasangan yang serasi pikirku.
“Kau kesal karena dia
tak meengajakmu bernyanyikan? Padahal kau menundah tampil minggu lalu agar bisa
tampil dengannya...” tanya Qri lagi.
“Yah Lee Qri jika kau
tak menutup mulutmu maka aku akan menutup paksa mulutmu...” kata Joong Ki
kesal.
“Kenapa marah? Apa yang
salah dengan yang ku katakan?” tanya Qri dengan wajah datar.
“Nam Gyu Ri, apa yang
kau lakukan disana?” tanya Ill Woo mengejutkanku, Qri dan Joong Ki pun sudah
tak bersuara lagi karena menyadari kehadiranku.
Ill Woo berjalan
perlahan dari kelasnya menuju kelasku seraya tersenyum ramah, namun aku hanya
dapat tersenyum paksa di depannya.
“Apa yang kau lakukan
di sini?” tanyanya lagi padaku.
“Aku sungguh tak
mengerti...” jawabku.
“Apa yang tak kau
mengerti?” tanya Ill Woo padaku.
“Dia dan hatiku...”
~Bersambung

Akhirnya ni queen, comeback :) ingat tanggal-tanggal penting ya semuanya 17,18,19,20 juni queen akan comeback lagi . . .
BalasHapusWeh mmngnya aq GB apa pake comeback segala?????
Hapushahaha kenapa tidak comeback pada tanggal 19 dan 20,apa kau terlalu sibuk bermain dengan teman masa lalumu???
HapusHahaha habis sahur baru sempat baca postingan mimin captionnya lucu, @dota sih maksa mimin up terus. Kayanya di tanggal 17 mimin bakal gelar showcase pertama hehehe.
BalasHapusHahaha, iya saya mau showcase gantiin T-ara, kecewa karena mereka harus segera disband :(
HapusAkhirnya Uee eonni dan Gyu Ri eonni baikan semoga hubungan mereka langgeng terus...
BalasHapusFighting min, di tunggu ya di tanggal-tanggal itu kayanya itu tanggal special, kan @dota?
BalasHapusHahaha, bukan jangan dengarkan apa yang dota katakan...
HapusYup, tu tanggal special banget . . .
Hapus