Part 13
Penghianat
Hari
sudah mulai siang, mataharipun menyengat tapi kami tetap harus menyelesaikan
syuting sesuai jadwal yang telah di rencanakan. Aku dan teman-temanku berganti
baju dan mulai merias diri seadanya. Lalu mulai memperagakan adegan sesuai
urutan dalam naskah. Kami berlarian dengan pedang di ladang sayur. Benar-benar
hal yang luar biasa. Bahkan dalam beberapa adegan pedang yang hanya pedang
mainan lentur yang tak punya kekuatan sama sekali patah. Uee terlihat kecewa,
ia hanya terus bermain handphone ketika adegannya sudah selesai. Entah apa yang
dipikirkan Uee untungnya pada saat syuting dia tidak membawa emosi pribadi dan
tetap melakukannya dengan baik.
Syuting hari inipun selesai di sore hari.
Sangat mengecewakan namun tetap harus disyukuri. Kami pun pulang ke rumah
masing-masing. Di rumah aku akupun melihat hasil video yang berhasil ditangkap
kamera ayahku. Dan alhasil aku serasa ingin menangis melihat hasil dari video
itu benar-benar hancur. Bahkan ada adegan ketika pedang yang di pegang Joong Ki
patah pada saat bertarung dengan Jiyeon. Sungguh menyedihkan, bahkan pakaian
yang kami pakai tak sesuai, permainan pedang kami tak beriramah. Pemahaman naskah yang kurang dari para
pemeran dan juga pedang yang tidak kuat di tambah lagi pemeran yang kurang aku
hanya dapat menatap video itu kecewa. Aku benar-benar kecewa pada diriku
sendiri, mereka semua menganggapku ketua kelompok namun apa yang dapat
kulakukan aku bahkan tak dapat membuat syuting kami berjalan lancar.
Aku pun
masuk dan mengunci diri di dalam kamar, berbaring seraya menatap layar posel
yang gelap. Aku pun segera memberitahu teman-teman satu kelompokku tentang
hasil rekaman yang buruk itu lewat sebuah pesan singkat. Setelah itu aku
melihat facebook dan menemukan status yang ditulis Uee beberapa jam lalu saat
kami syuting “Tempatnya Jelek :(”
Tulisnya dengan perasaan kecewa.
Aku pun
membalasnya dengan membuat sebuah postingan status, “Meskipun berakhir dengan
buruk itu semua patut di syukuri” tulisku. Aku segera keluar dari akun
facebookku, aku juga kecewa dengan tempat syuting kami namun tak seharusnya Uee
menulis itu di postingan facebook. Aku
hanya menatap layar posel seraya menunggu pesanku di balas. Aku kembali
mengingat saat-saat syuting tadi, aku hanya dapat tertawa kecil menahan rasa
marah dan kecewaku akan hari ini. Kenapa semua tak dapat berjalan dengan
lancar? Kenapa apa yang ku rencanakan selalu gagal apa tuhan begitu membenciku,
tak bisakah ia biarkan aku bahagia sejenak? Aku terus bertanya pada batinku.
Aku menutup mukaku dengan selimut dan meneteskan
banyak air mata, kenapa aku harus menyalahkan tuhan padahal semua ini terjadi
karena aku kurang persiapan. Namun bagaimana ini Uee tampaknya benar-benar
kecewa pada ku ia bahkan tak membalas pesanku yang mengatakan hasil rekaman
kami buruk. Begitu juga teman-temanku
yang lain mereka juga tak membalas pesanku, apa mereka tak peduli lagi dengan
kelompok kami. Aku benar-benar kesal di saat aku butuh saran namun mereka malah
mengabaikan pesanku. Namun, tiba-tiba handphoneku berdering tanda ada pesan
masuk. Aku pun segera melihat pesan masuk itu dan membaca satu persatu dan
membalasnya segera.
Aku
benar-benar kesal dengan balasan dari mereka tak satupun yang dapat memberi
saran yang mampu menenangkanku. Mengecewakan sudah kudaga Joong Ki akan
menyalahkanku karena dari awal dia memang tidak setuju kami membuat film
bertema perang. Begitu juga dengan Uee sangat mengecewakan karena dia bahkan
hanya membalas “Emm...” tanpa memberi saran apapun. Hanya perkataan Jiyeon dan
Suzy yang dapat sedikit menenangkanku. Namun hatiku serasa mendidih karena Geun
Suk dan Nayeon, syuting kami benar-benar hancur karena mereka berdua tidak
menghafal part bicara mereka.
Keesokan
paginya aku datang ke sekolah dengan mood yang benar-benar buruk, selain karena
tubuhku lelah setelah syuting ini juga disebabkan pikiran dan hatiku yang sakit
dan lelah karena tugas drama ini. Dan hal yang lebih buruk lagi karena hari ini
aku harus maju dan bernyanyi untuk mengisi nilai ujian praktek seni budaya,
untung saja Yerin dan Joong Ki juga belum ujian praktek jadi kami rencananya
akan bernyanyi bersama. Karena pagi ini aku datang cukup telat, teman-teman
sudah memenuhi kelas dan berbincang-bincang ntah apa yang mereka bicarakan. Aku
pun segera duduk di kursiku dan tanpa sengaja mendengar pembicaraan Yerin dan
Joong Ki.
“Joong
Ki ah... Ayo bernyanyi bersama... Kita harus mengambil nilai ujian praktek...”
terdengar suara Yerin yang nyaring membujuk Joong Ki.
“Eonni,
tumben datang telat...” kata Jiyeon tiba-tiba seraya memegang bahuku, aku tak
lagi mendengar percakapan Yerin dan Joong Ki karena harus fokus bicara dengan
Jiyeon.
“Kau
bilang aku telat? Bahkan guru kita belum datang...” kataku pada Jiyeon.
“Yah,
Nam Gyu Ri... Ayo kita tanya mereka mau syuting lagi atau tidak...” kata Suzy
seraya menarik tanganku dan membawaku ke depan meja Joong Ki.
“Kenapa?”
tanya Joong Ki pura-pura tak tahu.
“Apa
lagi, pasti karena rekaman kita jelek...” kata Uee dengan ekspresi kesal
menatapku.
“Yah,
Uee ah, kenapa kau kesal begitu pada Gyu Ri?” tanya Geun Suk heran melihat Uee.
“Benar
sekali tak biasanya kau seperti itu pada Gyu Ri...” kata Nayeon penasaran. Uee
hanya diam tak menjawab pertanyaan Nayeon. Namun Qri yang sudah seperti korek
api yang siap menghidupkan api pun mulai berbicara.
“Dia
memang orang yang pantas di perlakukan seperti itu... Yah, Joong Ki ah, lebih
baik kau menjauh darinya dia punya sifat buruk yang akan membuatmu menyesal
pernah berteman dengannya...” kata Qri seraya tertawa kecil mengejekku. Aku tak
mampu berkata apapun.
“Kau
pikir kau lebih baik darinya...” kata Joong Ki menatap kesal pada Qri.
“Well,
jika kau tak percaya padaku tak masalah... Nantinya kau sendiri yang akan menyesal...”
“Yah,
apa mulutmu perlu ku tempeli lakban???” tanya Jiyeon dengan nada tinggi.
“Asal
kalian tahu saja, dia adalah orang yang mampu meninggalkan temannya hanya untuk
keberhasilan dirinya sendiri...” kata Qri lagi.
“Yah,
Lee Qri apa kau tidak bisa diam...” kata Uee tiba-tiba.
“Ada
apa Uee ah, bukankah kau seperti ini karena dia...” kata Qri seraya menunjukku.
“Ini
urusan kelompok kami kenapa kau harus ikut campur sih...?” tanya Suzy kesal
pada Qri.
“Abaikan
saja dia dan lanjutkan pembicaraan kalian...” pinta Uee.
“Uee
ah...” panggilku.
“Kita
tak punya banyak waktu cepat selesaikan pembicaraan kalian...” pinta Uee lagi.
“Aku
sudah melihat hasil syuting kita kemarin dan hasilnya benar-benar
mengecewakan... Rekamannya masih ada di rumahku jika kalian mau melihatnya
kalian bisa datang ke rumahku dan sekalian mengedit film itu...” Jelasku.
“Sudah
kuduga...” kata Joong Ki menanggapi.
“Jika
memang buruk kita syuting ulang lagi aja...” kata Suzy menanggapi.
“Tapi
waktu kita tak banyak lagi akhir semester akan tiba...” kata Nayeon ikut
menanggapi.
“Benar
tuh, lagian aku pun gak sempat mau syuting lagi...” kata Geun Suk, para anggota
kelompok pun langsung menatap tajam pada Geun Suk.
“Apa
kau tak merasa bersalah? Ini juga karena kau tak hafal teks nya...” tanya Uee
pada Geun Suk.
“Ah,
Oke aku ikut aja apa mau kalian...” jawab geun Suk.
“Kupikir
masih ada waktu jika kita syuting lagi minggu depan...” saran Suzy, aku juga
sependapat dengannya. Uee, Nayeon dan Geun Suk pun setuju. Namun, Joong Ki dan
Jiyeon terlihat bingung.
“Ada
apa Jiyeon ah, Joong Ki ah?” tanya ku.
“Itu
ide yang bagus, aku akan berusaha datang minggu depan...” jawab Jiyeon.
“Jika
tidak ada pilihan lain, ayo kita syuting ulang dan pastikan bersungguh-sungguh
kali ini...”
“Bagaimana
dengan pedangnya?” tanya Uee.
“Satu
pedang ada denganku...” jawabku.
“Satunya
ada denganku...” kata Joong Ki.
“Dan
yang lainnya patah...” kata Jiyeon.
“Untuk
pedang abangku dapat membantu, dia bilang akan membuatkan kita pedang dari
kayu...” kata Nayeon.
“Wah
bagus sekali, pedangnya pasti kuat, tapi apa dalam satu minggu abangmu dapat
membuat tujuh pedang?” tanyaku.
“Tenang
saja, ayahku juga akan membantu abangnya membuat pedang...” jawab Suzy.
“Itu
bagus sekali...” kata Geun Suk.
“Yah,
aku gak mau tahu ya jangan sampai ada yang gak hafal naskah lagi...” ancamku
pada anggota kelompokku.
“Lalu
bagaimana dengan lokasinya?” tanya Joong Ki.
“Gak
ada waktu lagi buat cari lokasi baru...” kata Uee.
“Kita
syuting di sekolah saja...” saranku.
“Terserah
saja...” kata Joong Ki.
Tiba-tiba
Pak Guru Seni Budayapun datang, ia meminta Joong Ki mengambil buku di mejanya.
“Gyu Ri
ah, bantulah Joong Ki... Kau kan wakil ketua kelas...” pinta Yoo Bi padaku.
Joong Ki berjalan melewati kursiku.
”Perlu
bantuan?” tanyaku.
“Gak...
Aku bisa sendiri kok...” Jawab Joong Ki seraya terus berjalan.
“Pak
Guru, saya belum mengambil nilai bernyanyi minggu lalu...” kata Yerin seraya
mengangkat tangannya.
“Ayo
sini cepat maju dan bernyanyi...” pinta Pak Guru. Yerin pun dengan bersemangat
maju dan menarikku ke depan kelas. Sontak aku terkejut karena belum membuat
persiapan apapun.
“Gyu Ri
juga belum mengambil nilai?” tanya pak guru padaku.
“Ia
pak, minggu lalu saya sakit jadi tidak bisa masuk sekolah...”
“Baik
lah mulailah...”
“Tapi...”
“Ayo
cepat Gyu Ri ah...” pinta Yerin.
“Apa
kita tidak menunggu Joong ki dulu...?” tanyaku pada Yerin dengan suara
berbisik.
“Dia
bilang dia mau nyanyi sendiri...” kata Yerin.
Aku dan
Yerin akhirnya mulai bernyanyi, karena Yerin bilang Joong Ki ingin bernyanyi
sendiri makanya aku tak menunggunya. Akhirnya kamipun selesai bernyanyi, teman-temanpun
memberi tepuk tangan pada kami. Aku dan Yerin segera kembali ke kursi kami.
Joong Ki pun masuk ke dalam kelas dan membagikan buku-buku.
“Perlu
bantuan gak?” tanyaku pada Joong Ki. Namun, dia hanya mengabaikan pertanyaanku.
Ia pun terus membagikan buku, sampai pada buku terakhir, yaitu bukuku. Ia
menatapku kesal dan berkata dengan suara berbisik “Dasar penghianat!”.
~Bersambung







Bagus min, klo memang gak sempat hari minggu hari nlain juga gak papa asal mimin upload aja tiap minggu. Dan posternya keren min mereka ada di ladang kol hehehe.
BalasHapushahaha makasih pujian pertama dari candy, tapi maaf minggu lalu mimin gak sempat upload...
HapusMimin kemana kok hilang lagi?
HapusQri itu kok jahat gitu sih memang mereka punya masalah apa?
BalasHapusMian, gak bisa kasih bocoran sekarang...
HapusWah gaya chatnya Mr. Daebak dah keluar . . . Lanjut ya queen mangat . . .
BalasHapusYah, berhenti berpura-pura seolah-olah kau adalah dia... Aku tahu kau bukan dia, jadi tolong hentikan...
HapusApa kau pikir aku punya alasan untuk berpura-pura menjadi diriku sendiri ???
Hapussemakin kau seperti itu aku makin yakin kau bukan dia...
HapusOh ya, Btw D-10 nih min, inikan juga hari special gak mau lanjutin ffnya min?
Hapus10 Juni 2016
17 Juni 2016
18 Juni 2016
19 Juni 2016
20 Juni 2016
Harapannya sih kamu update di tanggal2 special ini klo gak aku bakal kasih spoiler di sini :')
Emb apa maksudnya D-10?
HapusTapi pengennya mimin cepat2 update deh...
ooo silakan spoiler sepuasnya, terserah kamu @dotasudirman.
HapusD-10 ulta aku @SongRinaKi, jangan dengarin dia...
Cie yang ngiatin tgl ultanya wkwkwk . . .
HapusWah part yang kali ini depenuhi pesan text, oh ya ada beberapa kata yang mimin typo akan lebih baik jika di perbaiki min...
BalasHapusMianhae... Makasih sarannya ShineShine...
HapusWah nampaknya gara-gara syuting ngerusak hubungan Uee eonni dan Gyu Ri eonni. Tolong perbaiki hubungan mereka min. Dan kayaknya Joong Ki Oppa marah sama Gyu Ri eonni karena gak ngajak dia nyanyi padahal di part sebelumnya Joong Ki oppa da kasih kode biar nyanyi bareng, jangan buat mereka marahan lama-lama ya min, jebal.
BalasHapusIyaiya mereka gak bakal tahan kok lama-lama berantem...
HapusEhm penasaran, lanjut donk min.
Hapusmian kemarin mimin ujian... dan sekarang masih ujian...
Hapus