Part
8
Daebak
Mata kami bertemu sesaat, seakan waktu berhenti. Jantungku
yang semula berdetak kencang pun seakan berhenti seketika.
Joong Ki
: Because you are only my hope (tertawa kecil)
Gyu Ri :
(Terkejut dan bingung) Bukannya part yang itu udah lewat?
Joong Ki
: (Tersemyum) Memang... Aku cuma suka part itu hehehe...
Suzy :
Dah fokus, fokus waktu adalah uang kawan...
Pra-syuting kami terus dilanjutkan
sampai bagian terakhir, dimana pertarungan sengit akan terjadi antara aku,
Jiyeon dan Suzy. Pertarungan yang akan menewaskanku ini adalah bagian paling
penting dan sangat perlu penghayatan maksimal.
Gyu Ri
as Dani’s sister :
(Tersenyum paksa) Nice to meet you, evil queen or...
I must call you queen of world?
Jiyeon
as evil queen : Are you
remember me? I think you die...
Gyu Ri
as Dani’s sister :
I can’t die without you... (Menyerang erli)
Aku dan Jiyeon pun bertarung seakan
kami adalah musuh sungguhan pedang kami saling berlawan dan mata kami penuh
dengan kebencian, deongsaengku ini memang sangat pandai berakting. Selang
beberapa waktu setelah pertarungan sengit antara aku dan Jiyeon, Suzy yang
berperan sebagai Dani besar datang membuyarkan pertarungan kami. Aku
menjatuhkan pedang Suzy seperti Hyomin eonni yang menjatuhkan pedang Eunjung
eonni dulu. Suzy yang berakting buta pun merabah-rabah untuk menemukan
pedangnya. Sementara Jiyeon terus berusaha menyerang Dani. Aku terus berusaha
melindungi Dani sampai Jiyeon melukai lenganku. Akhirnya aku melempar pedangku
seraya berteriak “Daniiii”. Suzy segera menangkap pedang itu dan melawan
Jiyeon. Namun, Suzy diam sejenak karena dia teringat kenangan bersamaku sebagai
kakaknya. Disaat itu Jiyeon segera menggerakkan pedangnya, dan mencoba membunuh
Suzy, dengan cepat aku berlarih ke depan tubuh Suzy dan menerima tebasan pedang
dari Jiyeon. Akupun berakting seolah tebasan itu benar-benar mematikan, tubuhku
melemah dan Suzy memelukku erat, disaat yang sama Jiyeon berusaha membunuh Dani
lagi namun dengan cepat Suzy menangkis pedang itu dan menusuk perut Jiyeon.
Jiyeon terluka parah dan langsung roboh. Perlahanpun aku jatuh dari pelukan
Suzy, namun dia masih mencoba memelukku sambil terduduk ia merabah wajahku
dengan lembut.
Suzy as
Dani : Sist...
(Meneteskan air mata)
Gyu Ri
as Dani’s sister :
Don’t cry, you are not children anymore...
Suzy as
Dani : I’m
sorry sist, you always protect me, but I can’t do it...
Gyu Ri
as Dani’s sister :
I want to protect you forever...
I want to be with you forever...
But I can’t...
I’m sorry and I love you Dani...
Suzy as
Dani :
Noooo!!!! Please don’t leave me again...
Wake up, wake up, please... I love you
sist...
Joong Ki : Cut (Tepuk
tangan) akhirnya selesai juga...
Gyu Ri : Belum selesai
tahu, kita masih harus syuting dan edit videonya..
Uee : Yup,
inikan baru prasyuting...
Geun Suk : Tenang masih
banyak waktu buat bareng Gyu Ri, hehehe...
Jiyeon : Capek,
pulang yuk...
Suzy : Iya,
capek banget nih...
Gyu Ri : Nayeon dan
Geun Suk jangan lupa part kalian hafalin...
Nayeon :
(Tersenyum) Siap Bos...
Setelah pra-syuting kami pulang
kerumah masing-masing. Ketika malam tiba aku mengirimi teman-teman pesan teks.
To : Song Joong Ki, Kim Uee,
Park Jiyeon, Bae Suzy, Jang Geun Suk, Im Nayeon
"Minggu
depan kita Syuting beneran mau gak?
Hafalin
secepatnya part kalian masing-masing...
Hari
sabtu kita datang ke taman minta izin untuk syuting...
Masalah
kamera sudah diatasi...
Aku
harap kalian semua dapat mempersiapkan diri masing-masing dan beberapa hari
sebelum syuting beneran ayo kita gunakan untuk latihan setelah pulang
sekolang. Gimana setuju gak? Fast respon ya..."
|
Aku berbaring
seraya menunggu balasan pesan dari teman-teman, mereka membalas cukup cepat dan
balasan mereka “ok”. Namun berbeda dengan Joong Ki dia membalas dengan cukup
panjang.
“Aku rasa kita tidak bisa latihan setiap pulang
sekolah, menurutku kita cukup latihan 3x sebelum benar-benar syuting. Kau
tahukan aku punya pekerjaan setelah pulang sekolah. J”. balas Joong Ki dalam pesannya, aku hanya
tersenyum kagum melihat Joong Ki yang terlihat begitu bertanggung jawab dengan
pekerjaannya.
“Baiklah, aku mengerti... Tapi jangan lupa
hafalin part kau ya...” Balasku selanjutnya.
“Sip kak... hehehe... You’re my only hope...”
balasnya lagi.
“iiiii kau ni menyebalkan...” balas ku kesal.
“hahaha... Senangnya bisa buat kakak marah...”
balasnya cukup lama.
“Ah udah ah, aku mau tidur besokm ujian praktek
kesenian...” balasku cepat.
“Oh iya ya, kita harus nyanyikan kak?” balasnya
cepat.
“Iya dek, kakak mau tidur dulu ya... Nanti
kakak sakit klo tidur terlalu larut...” balasku cukup lama.
“hahaha iyalah kak, jangan sampai gak masuk
besok...” balasnya cepat.
“Kau kok belum tidur sih?” tanyaku penasaran
melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 22:00 WIB.
“Udah biasa kak, aku mah tidurnya jam dua belas
malam nanti” balasnya cukup lama.
“Memang kau ngapain sampai jam segitu...?” tanyaku
cepat.
“Hehehe, kakak kepo nih...” balasnya cukup lama.
“Aku punya jadwal main game harian, jadi sampai
jam segitu aq main game.... Sekarang pun aku lagi main game hehehe...”
sambungnya lagi.
“Wah DAEBAK... Jangan sering-sering main game
nanti kecanduan loh...” balasku cepat, tak lama kemudian aku mendapat
peringatan yang menyatakan bahwa pulsaku sudah habis.
“Daebak tu apa kak? Aku gak kecanduan main game
kok...” Balasnya.
“Daebak itu artinya luar biasa... He, hati-hati
game itu bisa buat kita lupa segalanya loh... ”, aku tak yakin pesanku akan
sampai ke Joong Ki karena pulsaku sudah habis tapi ternyata dia yang membayarkan pesan yang ku kirim padanya.
“Gak kok, buktinya aku bisa main game sambil
balas pesan kakak... ”
“Daebak... Kau hebat banget ya...” balasku
sambil tersenyum niatnya aku ingin menyindirnya dengan kalimat itu tapi apalah
daya dia sangat senang dengan pujianku.
“Wah daebak... Makasih pujiannya kak... Itu
pujian pertama yang pernah kuterima...” balasnya cepat.
“Emb, itu juga pertama kalinya aku memuji
gamer...” balasku cepat.
“Weew, aku yang pertama donk...” balasnya
cepat.
“Ya...” balasku singkat.
“Kakak kok belum tidur...?”
“Emb ya udah aku mau tidur, kau tidur juga gih
sana gak baik tahu tidur larut malam...” balasku.
“Wah, kakak perhatian banget...”
“Memang kau gak kena marah tidur larut malam
gitu? “
“Sering da aku di omel hehehe...”
“Lalu?”
“Lalu apa kak?”
“Lalu kenapa kau masih belum tidur sekarang?”
“Hehehe bentar lagilah...”
“Tidurlah sana, bye...” aku terkejut melihat
jam yang sudah menunjukkan pukul dua belas malam, segera ku pejamkan mata dan
tertidur.
Keesokan
paginya aku merasa gak enak badan, kepalaku pusing banget. Akhirnya aku
memutuskan untuk tidak masuk sekolah dan meminta ibuku mengirim surat ke
sekolah. Aku beristirahat seharian di rumah dengan perasaan bimbang karena
ujian praktek kesenian berlangsung hari ini. Aku takut tak memiliki teman
bernyanyi minggu depan.
Hari
berikutnya aku sudah merasa lebih enakan jadi aku memutuskan untuk masuk
sekolah. Aku datang cukup awal dan seperti biasanya hanya ada Joong Ki di
kelas. Aku tak menyapanya dan langsung duduk di kursiku, membaringkan kepala di
atas meja dan mencoba memejamkan mata.
Joong Ki :
(Berdiri di depan mejaku) Kenapa kemarin gak masuk?
Gyu Ri :
(Duduk tegap, memandang lurus ke papan tulis) Aku gak enak badan...
Joong Ki :
(Tertawa kecil) Gara-gara sms-an sama aku kau sakit nih... (Berjalan menuju
meja guru)
Gyu Ri :
(Marah) Ha? Gak lah ya.... (Masih memandang papan tulis)
Joong Ki :
(Berdiri di depan papan tulis) Memang ada yang berubah kalo kau lihatin papan
tulis terus...?
Gyu Ri :
(Membaringkan kepala di atas meja)
Joong Ki :
Kemarin, kau gak masuk dan belum nyanyi...
Gyu Ri :
Tahu...
Joong Ki :
Aku juga belum maju...
Gyu Ri :
Daebak, Kenapa? (Menegakkan kepala menatap Joong Ki)
~Bersambung

Kenapa? Kenapa min? Kenapa Joong Ki oppa belum maju? Penasaran banget, lanjut min.
BalasHapusMr daebak nungguin Queen daebak kali...
BalasHapusAkhirnya kamu lanjutin juga :)
BalasHapusmeskipun harus nunggu sebulan buat mimin posting aku tetap akan jadi pembaca setia fanfic ini...
BalasHapus