Langsung ke konten utama

Part 10 - Menyebalkan! Ratu Daebak?



Part 10
Menyebalkan! Ratu Daebak?

            Sungguh, aku tak mengerti kenapa dia seperti itu, dia selalu saja menyirami bibit rasa penasaranku hingga tumbuh dengan subur. Selalu saja ia bermain-main dengan kata-katanya itu, dia benar-benar luar biasa hingga membuatku frustasi seperti ini.
“Menyebalkan...” kataku yang tanpa sadar terucap begitu saja dengan tatapan kesal aku menatap punggung Joong Ki yang melangkah keluar kelas.
“Hahaha... Sabar ri...” kata Uee sembari mengelus punggungku.
“Sumpah tu cwo daebak banget, semakin lama aku semakin penasaran dengan dia...” kata ku seraya menatap uee.
“Wah, kayanya kamu dah jatuh cinta banget sama dia ya...?” Uee tersenyum menggodaku.
“What? No... Andwaeyo! Maldo Andwae!...” jawabku cepat sembari menyilangkan kedua lenganku di depan dada.
“Ini hanya saran ya ri, sebagai teman kau, aku gak mau kau terlalu dekat dengan cwo kaya Joong Ki... Apalagi kalo sampai pacaran” kata Uee serius.
“Memang kenapa, Yoo Jin ah...? Opps maksudku Uee shi”
“Hubungan kalian pasti membosankan, Joong Ki itu bukan tipe cwo romantis dan perhatian...” Uee segera menjawab pertanyaanku, namun bukannya menatap mataku dia malah sibuk memperhatikan ponselnya.
“Emb... Romantis? Perhatian? Apa hubungannya?” tanyaku menatap curiga pada Uee yang sedari tadi berusaha menghindar dari tatapanku.
“Eh? Emb... Ah maksudku... Tipe cwo idaman kamu kan yang perhatian dan romantis jadi kalo sama Joong Ki kamu pasti gak betah...” jawab Uee seakan ragu, sesekali dia tersenyum mencurigakan seakan menyembunyikan sesuatu.
“Apa aku pernah bilang begitu? Cowo idaman?”
“Emb... Ya, kau pernah bilang kau suka cwo yang rajin ibadah... cerdas... bertanggung jawab... tinggi dan... dan... dan...” Uee menggaruk kepalanya perlahan seakan kebingungan.
“Dan... seingatku aku tak pernah bilang aku suka yang romantis...”
“Tapi semua wanita suka cwo yang romantis...” Uee tertunduk menyesal.
“Aku tak butuh sesuatu seperti itu, aku tak butuh kata-kata manis ataupun perhatian yang berlebihan... Selama dia berada di sisiku itu sudah cukup... Aku tak akan seraka...” aku mengangkat pelan kepala Uee hingga mata kami bertemu.
“Jadi Joong Ki adalah cwo idamanmu, dia rajin ibadah, tidak pernah keluar dari sepuluh besar di kelas, dia juga cukup bertanggung jawab dan dia tinggi...” Uee dengan cepat menyambung perkataanku dan menegakkan kepalanya menatapku tajam.
“Uee ah... Hanya karena dia seperti itu bukan berarti aku akan jatuh cinta padanya...” Aku merapikan rambut Uee yang sedikit berantakan dan tersenyum kecil, namun Uee terlihat tidak senang.
“ Gyu ri ah... Aku tidak suka dia...  Kata-katanya kasar, dia juga berkata kasar pada Suzy beberapa waktu lalu...  Terlebih lagi dia sedikit egois...” Uee kembali menundukkan kepalanya setelah mengatakan itu.
“Hahaha... Aku tidak mencintai Joong Ki, Uee ah... Aku hanya mengangguminya karena dia begitu disiplin dan bertanggung jawab... Dan tentang karakter buruknya aku tahu itu...” perutku serasa tergeliti oleh pernyataan Uee.
“Jangan berbohong aku tahu, perasaanmu padanya lebih dari rasa kagum... Kau harus berfikir dua kali dia benar-benar tak baik untukmu...” kali ini Uee menegakkan kepalanya menatap tajam padaku.
“Huft, sudahlah jika kau tak percaya... Lagipula jika perasaanku memang lebih dari itu takkan ada yang berubah... Dia hanya mengaggapku teman, akupun harus seperti itukan...?”
“Jika dia juga mengaggapmu lebih dari teman, akankah semuanya berubah?” tanya Uee ragu.
“Entahlah, tak ada yang tahu hari esok...” jawabku seraya tersenyum kecil menatap Uee yang kembali terlihat ragu.
“Dia... Si Joong Ki itu, kupikir dia mencintaimu...” kata Uee ragu.
“Hahahahahahahaha.... Tak mungkin sudahlah...” kali ini aku benar-benar tergelitik dengan perkataan Uee yang begitu menggelikan.
“Sungguh, ketika aku menunjukkan status yang kau buat di FB dia terlihat berharap status itu memang untuknya...” Uee dengan yakin mengatakan itu dengan menatap mataku dalam.
“Berharap? Wah sudahlah Uee ayo kita pulang tampaknya pembicaraan kita makin tak masuk akal...” Aku mulai berdiri dari kursi yang sedari tadi ku duduki.
“Dia terus mengatakan... Itu pasti bukan untukku, gak mungkin untukku... Benarlah untukku?... Terlihat seperti dia mencoba gak ke gr-an tapi dia mengharapkan itu benar untuknya... Kau bah gak liat ekspresi dia waktu itu...” Ueepun ikut berdiri dari kursi yang mulai terasa panas itu.
“Ah molla... Aku mau pulang...” Aku berjalan perlahan menuju pintu keluar yang kira-kira berjarak 4 meter dari sisi kanan tempatku berdiri saat ini.
“Status itu, untuk diakan? Seketika langkahku terhenti mendengar pernyataan Uee.
“Ayo pulang...” aku tak menoleh kepada Uee dan melanjutkan langkah kakiku meninggalkannya dengan rasa penasaran.
Sesampainya di rumah aku segera menuju kamarku yang, dan segera menghempaskan tubuhku ke tempat tidur. Terasa berat rasanya aku tak mampu menopang tubuh ini lagi untuk sesaat. Aku menutup kedua mataku, seketika aku mengingat hal-hal yang terjadi padaku dan Joong Ki, perlahan aku juga mendengar suara Joong Ki.
“Kalo kau bilang minggir aku ngerti bah!”
“Bawa sana, penghianat!”
“Uh, kalo penghianat pada dasarnya tetap aja penghianat!”
“Hahaha, itukan cuma keberuntungan, please ajarkanlah...”
“Sepertinya kalian sama saja!”
“Biarin aja nama dia tetap disitu... Jadi aku punya pembantu...”
“Gak ada alasan buat nolak...”
“Biarin aja yang penting kamu lebih tua dariku Noona...”
“Iya kakak, ayolah kita cari tempat...”
“Because you are only one my hope...”
“Sip kak, hehehe... You’re my only hope...”
“hahaha... Senangnya bisa buat kakak marah...”
“Gak kok, buktinya aku bisa main game sambil balas pesan kakak... ”
“Wah daebak... Makasih pujiannya kak... Itu pujian pertama yang pernah kuterima...”
“Aku juga belum...”
Gak ah.. gak mungkin untuk aku... Bukan.. Pasti untuk orang lain... Untuk aku kah? Ah gaklah...”
“Kau!!!”
Seketika aku membuka mataku, aku benar-benar terkejut, aku bahkan dapat melihat dan mendengar Joong Ki meski ku tutup mataku. Apa dia sungguh membenciku, batinku bertanya-tanya. Dia selalu marah padaku karena hal-hal kecil, apa salah ku hingga dia begitu membenciku. Tanpa kusadari perlahan air mata membanjiri pelupuk mataku. Kenapa dia menyebutku penghianat? Kenapa dia selalu memarahiku? Kenapa dia terus memanggilku kakak? Kenapa dia... Kenapa dia tersenyum meskipun sedang marah padaku? Aku benar-benar penasaran. Air mata ternyata sudah mengalir deras tanpa kusadari bantal yang sedari tadi menyanggah kepalaku mulai basah karena air mata bodoh ini. Tapi apa ini, aku menangis? Karena seorang cwo ini benar-benar gak masuk akal. Bagaimana ini bisa terjadi, apa aku benar-benar jatuh cinta padanya. Aku benar-benar tak tahu harus menceritakan ini pada siapa, jika aku menulis status di Facebook lagi, mereka akan mengomentari dan menunjukkannya pada Joong Ki lagi. Akhirnya aku menulis sebuah status di akun Twitter ku.
“Dia cwo pertama yang berhasil buatku menangis...”
Pagi yang cerah, namun dengan perasaan yang bercampur aduk aku melangkah menuju kelas yang bertuliskan “XII IPA”, aku masuk perlahan ke dalam kelas yang masih sepi itu, hanya ada Joong Ki yang sudah duduk rapi di kursinya. Ia menyapaku, namun aku mengabaikannya segera meletakkan tasku di kursi dan beranjak meninggalkan ruang kelas.
Aku berdiri sendirian di depan kelas, pikiranku kosong aku hanya menatap lantai-lantai yang tak terlihat menarik sedikitpun. Tiba-tiba seorang pria mengagetkanku, dia adalah sahabatnya Joong Ki, Ill woo.
“Apakah Joong Ki sudah datang?” tanyanya seraya tersenyum ramah padaku.
“Joong Ki? Dia sudah duduk manis di dalam kelas...” jawabku seraya tersenyum padanya, dia begitu ramah, tutur katanya pun sopan dan nada bicaranya sangat lembut pikirku dia benar-benar berbanding terbalik dengan Joong Ki.
“Oh, terima kasih, aku akan masuk ke kelas dulu...” ia tersenyum padaku dan berjalan perlahan menuju ruang kelasnya yang bersebelahan dengan ruang kelasku.
“Kok Joong Ki, biasa punya teman sebaik dia sih... Mereka benar-benar berbeda...” kataku pelan menatap kepergian Ill Woo.
“Apa yang berbeda?” tiba-tiba aku mendengar suara tak asing dari sisi belakang tubuhku.
“Dia itu ramah dan sopan, sedangkan Joong Ki itu...” kata-kataku terhenti ketika aku berbalik dan menyadari siapa pemilik suara tak asing itu.
“Dan... Joong Ki itu kenapa? Ratu Daebak...!” pertanyaan itu sungguh terasa menyeramkan di telingaku, aku tak tahu harus menjawab apa dan berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Dan... dan... kenapa kau memanggilku Ratu Daebak Ha’?” aku berusaha mengalikan pembicaraan dengan balik menanyai Joong Ki namun sepertinya gagal, dia benar-benar keras kepala untuk ukuran seorang pria.
“Jawab dulu pertanyaanku...” kata  Joong Ki seraya menatapku tajam.
“Kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu? Kau saja tak pernah menjawab pertanyaanku...” aku sedikit menaikkan suara ku, dan meninggalkan Joong Ki yang mematung di depan kelas sendirian.
Aku segera masuk kedalam kelas dan duduk di kursiku. Tiba-tiba Uee, Suzy, Geun Suk dan Qri datang, mereka segera menuju kursi masing-masing. Terlihat Joong Ki pun  berjalan menuju kursinya.
“Kasian Joong Ki di PHP-in dengan Gyu Ri... hehehe” Geun suk tertawa kecil seraya melihat ekspresi aneh Joong Ki.
“Mwo?” aku sedikit terkejut dan menoleh ke belakang bangkuku dan tatapan mataku tertuju pada kursi no empat dari kursiku tempat duduk Geun Suk dan Joong Ki.
“Memang Gyu Ri kenapa?” tanya Suzy polos yang matanya menatap tajam pada Geun Suk.
“Huft, si penghianat ya pastinya menghianati dong...” kata Qri tersenyum sinis.
“Ya, Qri sih...” Uee mencoba menenangkan Qri.
“Apa aku salah?” tanya Qri merasa tak berdosa.
“Ya, Song Joong Ki kapan aku pernah PHP-in kamu?” tanyaku kesal.
“Emb, dia bukan tukang php kok...”
“Denger tu, aku bukan tukang PHP...” kataku setengah berterian dan tersenyum kecil.
“Tapi, dia penipu...” kata Joong Ki beranjak meninggalkan kelas.
“Heol, Daebak...” Qri tertawa kecil melihat perlakuan Joong Ki padaku.
“Sudah aku bilangkan dia bukan cwo yang baik...” Uee duduk disampingku seraya berbisik kecil “Dia itu lebih cocok dengan Qri hehehe...”
“Menyebalkan! Menyebalkan!” rasanya ingin ku robek mulut Joong Ki saat itu, dia benar-benar membuat darahku mendidih.
Aku benar-benar tak kuasa lagi menahan marahku pada Joong Ki, hari ini adalah jadwal kami latihan. Tapi aku memutuskan untuk pulang lebih cepat dan meninggalkan mereka semua. Aku tak menyapa satupun anggota kelompokku, hatiku benar-benar terbakar amarah. Aku bisa saja menjadikan orang lain pelampiasan saat ini, jadi aku memilih pergi. Aku segera berbaring di kamarku, aku menatapi langit-langit kamar dengan perasaan marah yang tak terkendali. Aku benar-benar kesal, aku segera mengambil ponselku dan mengetik pesan ke Joong Ki.
“Kenapa kau begitu membenciku? Apa salah ku ha’?”
Tak selang beberapa lama aku mendapat pesan balasan dari Joong Ki.
“Entahlah...”
~Bersambung







Komentar

  1. Ih kok aku jadi kesal ya sama Joong Ki Oppa, dia kok gitu banget sama Gyu Ri eonni?

    BalasHapus
  2. Kayanya aku pernah dengar deh "Tsundere" tapi lupa apa tuh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tsundere itu biasanya karakter dalam anime, biasanya melambangkan karakter yang keras, berdarah panas,egois namun di saat yg tepat menjadi sangat "lovely". Biasanya org dg karakter tsundere ini sangat tidak mengakui perasaan sukanya ke suatu tokoh, sehingga untuk menutupinya dia akan berbuat kebalikan dari yang sebenarnya ingin dia lakukan untuk menunjukkan perasaan sukanya. Biasanya tokoh yang disukai si tsundere ini menjadi salah paham dan berpikir dirinya dibenci si tsundere. Bisa di bilang, sifat tsundere ini pride-nya terlalu besar, membuatnya jadi malu mengakui perasaan sukanya.

      Hapus
    2. Makasih dota penjelasannya, btw kok mimin bisa tahu ya dia punya karakter tsundere?

      Hapus
    3. Maaf ShineShine komentarnya tidak sengaja terhapus silahkan tulis ulang, mianhae...

      Hapus
    4. Gak papa min, lagian komentarnya gak terlalu penting.

      Hapus
    5. Nanti di part berikutnya pasti di jelasin kok shineshine, tunggu aja. Nanti aku kena marah young zye klo bocorin hehehe ;)

      Hapus
    6. Semua komentar itu penting untuk author ShineShine, terkecuali komentarnya Mr. Dota menyebalkan banget... Aku gak nyesal hapus komentar kamu...

      Hapus
    7. Memang apa yang di tulis dota min hehehe? Kepo nih

      Hapus
    8. Gak penting banget apa yang dia tulis candy, lupakan jak...

      Hapus
    9. Jahatnya kamu, nanti aku gak mau komen disini lagi ah :(

      Hapus
    10. Makanya klo komen jangan buka rahasia dong! Kamu tuh siapa sih sebenarnya, kok tahu banyak banget?

      Hapus
    11. Ehm, aku takut nanti kamu terluka kalo tahu siapa aku. . . Lebih baik gak usah, identitas aku gak penting juga kok . . .

      Hapus
    12. Kok gaya penulisan kamu berubah? dan mirip dengan gaya penulisan Mr. Daebak?

      Hapus
    13. Lalu kenapa gaya penulisan kau berubah, kenapa gak pake dialog lagi?

      Hapus
    14. Aku cuma mau melakukan perubahan... Jadi kamu siapa sebenarnya?

      Hapus
  3. Hehehe kasian young zye aku dengar kamu jatuh cinta dengan tsundere lagi ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huft, aku pun gak tahu kenapa aku sangat tertarik dengan cwo yang punya karakter tsundere T_T

      Hapus
    2. Gak papa min, karakter tsundere memang menarik kok tapi sangat-sangat menyebalkan hehehe.

      Hapus
    3. Yup, karakter tsundere memang menarik :>

      Hapus
    4. Jadi kisah ini benaran kisah nyata min? Kisahnya mimin sama Mr. Daebak?

      Hapus
    5. Bukan, ini kisahnya orang yang sangat mimin kenal hehehe...

      Hapus
    6. "Huft, aku pun gak tahu kenapa aku sangat tertarik dengan cwo yang punya karakter tsundere T_T" klo bukan kisah kamu buat apa kamu blg gitu?

      Hapus
    7. Ih kamu nih sama menyebalkannya dengan Mr.Daebak!!!

      Hapus
    8. Kenapa kau panggil aku kakak? Ya, dota jangan main-main ya...

      Hapus
  4. Kok kesannya gyu ri eonni kagum ya sama ill woo Oppa, atau cuma perasaan ku ya???

    BalasHapus
  5. Huft, Joong ki Oppa jahat :'( Gyu ri eonni jadi pikir negatifkan. Kenapa Joong ki oppa terlihat benci Gyu ri eonni? Karakter tsundere menyebalkan asli aku mau nangis jadinya, baper cuy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha tapi karakter tsundere ini menarik sekali rin...

      Hapus
  6. Hahaha, akupun baper, sian gyu ri.

    BalasHapus
  7. Yah, Qri eonni kok perannya jahat gitu? Apa dia punya perasaan dengan Joong Ki oppa? Penasaran mimin, lanjut dong. Oh ya min, project One T-Ara, Forever T-Ara masih berlakukah? T-ara kan mau bubar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe liat kelanjutannya aja ya Verna, mian. Katanya sih projectnya masih berlaku kirim jak fotonya.

      Hapus
  8. Ketemu ff baru kirain jepang ternyata korea, tapi seru juga. Lanjut thor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip, pastiin baca sampai tamat ya, hehehe...

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Mr. Daebak

"Dear Mr Daebak"           Bercerita tentang kisah cinta yang luar biasa (Daebak), dengan penulis naskah terbaik. Kisah cinta dimana tawa dan tangis berjalan beriringan. Suka dan duka yang mewarnai cinta itu. Entah kapan cinta itu dimulai dan berakhir hanya Tuhan dan masing-masing dari mereka yang tahu.            Kisah cinta yang tak semudah yang terlihat dan tak sesulit yang dibayangkan. Karena pada akhirnya bergantung pada siapa yang ingin mempertahankan cinta tersebut.             Awalnya ini adalah sebuah drama yang berjudul "King And Queen Daebak", lalu berubah menjadi "All Of Daebak". Dan akhirnya dalam bentuk fanfic menjadi "Dear Mr. Daebak". Saya akan menampilkan beberapa aktor dan aktris yang akan saya gunakan namanya sebagai tokoh dalam cerita ini. Saya hanya meminjam nama dari aktor dan aktris ini tidak dengan ceritanya. Sila...

Part 18 - Aku Tidak Baik-baik Saja

Part 18 Aku Tidak Baik-baik Saja         Aku membersihkan kelas dengan sembarangan, bahkan sapu yang ku pegang hanya melewati dan menyentuh lembut lantai sesekali. Setelah panggilan untuk upacara dimulai, aku segera meletakkan sapu hendak meninggalkan ruang kelas. Namun, aku sedikit terkejut melihat Suzy dengan wajah yang pucat memasuki kelas. Aku membantunya berjalan ke kursinya. Ia duduk di sana dengan wajah yang pucat dan terlihat lelah.         “Suzy ~ah... Gwaenchana?” tanyaku khawatir pada Suzy.         “Aku gak apa-apa, cuma capek...” jawab Suzy dengan ekspresi wajah lesuh.         “Istirahatlah, aku akan menemanimu di sini...”         “Pergilah, kau harus mengikuti upacara, aku baik-baik saja kok...” kata Suzy cepat seraya men...

Part 1 - Hujan Apakah Ini? Aku Penasaran !!!

" Ini adalah subuah kisah orang terdekat penulis yang ditulis ulang  dari sudut pandang penulis, dengan sedikit tambahan tanpa mengubah inti cerita. Berkisah tentang sebuah cinta yang berawal dari kata 'Daebak' yang memiliki arti 'Luar Biasa'. Sebuah cinta yang entah kapan dimulai dan kapan berakhirnya, tak ada yang tahu pastinya. Hanya Tuhan yang tahu awal dan akhir kisah ini, Tuhan yang menciptakan cinta dihati masing-masing insan. Kisah cinta yang membuat tawa dan tangis berjalan beriringan. Cinta, entah apa itu, ada suka didalamnya, ada kebahagian. Namun, juga ada duka yang menggores hati, kesedihan yang mendalam. Ini bukan kisah cinta biasa, karena ini adalah kisah yang ditetapkan oleh Tuhan." ========================== Part 1 Hujan Apakah Ini? Aku Penasaran !!!                            Hari pertamaku dikelas X...