Part
4
Mereka
Selalu Berada di Depanku
Hari
demi hari kulalui tanpa terasa akhir semester ganjil telah tiba, hari yang
kutunggu sudah tiba. Hari yang biasanya begitu membuatku bahagia, menjadi hari
yang begitu menyedihkan. Aku kehilangan rangking yang senantiasa ku jaga dan
jatuh begitu jauh. Lebih menyedihkan lagi karena Joong Ki yang biasanya selalu
meminta bantuanku berada di tingkat yang lebih tinggi dariku dia berada
beberapa langkah didepanku sekarang. Dan Qri sahabat yang telah menjadi musuhku
sekarang mengambil tempatku, dia menempati peringkat pertama sekarang. Langitku
terasa runtuh, dengan susah payah aku membendung air mata. Setelah hari itu aku
merubah sifatku, aku tak mau membantu siapapun lagi dalam hal pelajaran
termasuk sahabat karibku, Jiyeon. Bagiku mereka semua saingan.
Joong
Ki : Gyu Ri ah, ini gimana caranya? (menunjuk sebuah soal)
Gyu
Ri : Masa gak tahu, kamu kan lebih
pintar dariku... (kesal)
Joong
Ki : (Bingung) Maksudnya?
Gyu
Ri : Ranking 2 pasti bisa ngerjain
itu...
Joong
Ki : (Tertawa paksa) Haha, itu kan cuma keberuntungan...
Please ajarkanlah...
Aku
akhirnya mengalah dan mengajarkan Joong Ki. Entah mengapa, aku benar-benar tak
bisa menolak permintaan Joong Ki. Karena
sifatku yang berubah semua teman-teman memberiku cap pelit. Mereka bahkan
membicarakanku dimana-mana, kantin, perpustakaan bahkan di dalam kelas, dan Qri
adalah tukang kompor yang membuat berita tentangku makin hangat.
Qri : Gyu Ri, memang pelit dari
dulu...
Shin
Hye : Oh ya...
Yoo
Bi : Benarlah?
Qri : Ya benarlah!! Apa untungnya kalo
aku bohong?
Geun
Suk : Aku dengar klo kamu ada konflik
dengan Gyu Ri sejak dulu.
Qri : Emm (bingung)
Yoo
Bi : (Memandang Qri) Konflik apa
Qri, pantas kalian gak pernah komunikasi...
Shin
Hye : Bukankah berita itu sudah
terdengar sampai penjuru sekolah, masa kamu gak tahu Yoo Bi?
Geun
Suk : Katanya dulu kalian teman
dekatkan? Tapi karena sesuatu kalian jadi berhenti berteman...
Woo
Bin : Karena apa kalian berhenti
berteman, kalian kan sama-sama pintar....
Shin
Hye : Itulah masalahnya...
Geun
Suk : ne...
Qri : Dia itu benar-benar jahat, dia
selalu meminta bantuanku, tapi tak mau bila kumintai bantuan makanya aku tak
mau berteman lagi dengannya...
Joong
Ki : Sepertinya kalian sama saja...
(Beranjak pergi)
Qri :
Joong Ki Ah... Tunggu... (mengejar Joong ki)
Aku
melihat pemandangan itu dari sudut kantin, mereka membicarakanku seakan aku
adalah seorang yang melakukan dosa besar, dan apa yang dikatakan Qri
benar-benar membuat bendungan air mataku pecah. Seluruh air mataku tumpah,
bagaimana dia bisa menyalahkanku atas kesalahan masa lalu yang bukan merupakan
kesalahanku sepenuhnya.
Melihat
Qri dan Joong Ki yang berjalan beriringan aku hanya dapat tersenyum pahit.
Mereka berdua serasi pikirku, mereka berdua sama sama berjalan didepanku. Tak
akan kubiarkan mereka selalu di depanku.
Lagi-
lagi hari demi hari berlalu begitu cepat, waktunya pembuktian telah tiba,
akankah aku mendapat hasil atas usahaku selama ini? Pembagian rapot semester
genap. Aku masih sangat kecewa karena nama pertama yang dipanggil bukanlah
namaku melainkan nama Qri, tampak seperti aku tak akan pernah dapat berjalan
didepan Qri lagi, ia semakin jauh dariku. Setalah Qri, nama Joong Ki pun
dipanggil, ia masih bisa mempertahankan tempatnya, lagi lagi mereka berada di
depanku. Harapan terakhir, nama ketiga yang dipanggil adalah namaku.
Teman-teman yang lain menyorakkan kami bertiga, terutama sorakan cie cie yang
selalu mereka kicaukan jika aku dan Joong ki berdekatan. Qri hanya menatap sinis
padaku. Joong ki tersenyum dan menyapaku. Namun, aku hanya melewatinya. Mereka
selalu berada di depanku.
~Bersambung

kapan lanjutannya ni kak?
BalasHapusmian, sy lagi uts jad blm sempat posting...
HapusApalah kakak nih cerita ini pula dimasukannya... hehehe
BalasHapusApa u komen sini dek...
HapusHahaha maklum Queen Daebak pengen curhat dek...
BalasHapusih, u sebenarnya siapa sih??
Hapus