Langsung ke konten utama

Postingan

Part 17 - Bodohnya diriku

Part 17 Bodohnya Diriku “Ini untuk terakhir kalinya...” tanpa sadar kata-kata itu terucap dari bibirku, mataku mulai berkaca, aku segera berbalik dari hadapan Joong Ki. Dengan kasar ku hapus air mata yang hendak mengalir. Segera aku menghadap Joong Ki kembali dengan senyum yang lebar. “Ayo kita selesaikan syuting ini dengan baik, agar tak ada lagi hal yang membuat kita harus bersama...” aku menatap Joong Ki dengan senyum palsu, aku sungguh ingin tetap bersamanya namun pikiranku menolak semua itu. “Apa maksudmu? Aku sungguh tak mengerti?” tanya Joong Ki sekali lagi dengan nada yang lebih lembut. “Hahaha, kau tak nyaman jika terus di dekatku kan, makanya setelah syuting ini berakhir kita tak perlu berdekatan lagi...” jawabku seraya tertawa kecil sesekali. “Kapan aku bilang begitu?” tanya Joong Ki padaku lagi, kali ini dengan tatapan penuh dengan tanda tanya. “Kau selalu pergi setiap kali aku ada di dekatmu, menurutku itu karena kau tak suka di dekatku atau mun...

Part 16 - Terakhir

Part 16 Terakhir “ Nae ireumeun yeojachingu mwondae?~ Wae jakku ttan gosman chyeodabwa neon nal molla~ Uri mannan jiga beolsseo myeot nyeonjjaende~ Eojjeom nae ireumdo molla, mami apeujanha~ Nae ireumeun, nae ireumeun, nae ireumeon~ Mwo mwo mwo ya~ Nae ireumeun, nae ireumeun, nae ireumeon~ You don’t know my name~ What’s my name?~” Lagu T-ara, what’s my name yang baru saja di rilis beberapa hari lalu membangunkanku di pagi ini. Namun mataku masih enggan terbuka lagu itu begitu enak terdengar di telinga membuatku tak ingin mematikan alarm handphone di sampingku. Aku rasanya ingin mendengarkan lagunya sampai selesai, salahku memang menjadikan lagu favoritku sebagai dering alarm hehehe. Ketika lagunya berakhir akupun membuka mataku, aku segera bangun dan mandi. Setelah selesai mandi aku melihat sekilas pada jam dinding yang menunjukkan pukul 5 lewat 30 menit. Aku tersenyum perlahan melihat jam d...

Part 15 - Melelahkan

Part 15 Melelahkan                         “Dia dan hatiku...” tanpa sadar kate itu terucap dari bibirku ketika Ill Woo mempertanyakan apa yang takku mengerti. Aku sungguh tak mengerti kenapa Joong Ki memperlakukanku seperti itu kadang dia baik padaku, kadang dia jahat padaku, dan kadang dia tak perduli padaku. Sebenarnya aku apa di matanya? Apa kami hanya teman? Apa kami lebih dari teman atau apakah kami bukan apa-apa? Aku sungguh tak tahu, apa yang hatiku inginkan. Kenapa hatiku harus peduli tentang Joong Ki, tentang bagaimana dia memperlakukanku, tentang semua sikapnya, aku sungguh tak mengerti.             “Dia? Siapa? Dan apa hubungannya dengan hatimu?” tanya Ill Woo dengan nada sedikit ragu padaku. Aku mencoba tersenyum dan menatap Ill Woo.          ...